.....WElcO00ooommeee.....
...Silahkaaan,,,, tengok-tengok dulu,,, jangan lupa commentnya yaaach

Minggu, 31 Oktober 2010

bunda,,,,MAMAku... LOVE U Forever,,,,

mencintai seorang bunda,,,, selalu itu yang ingin dan terbesit dihati ini,
walalupun ketidaktahuannya atas cinta yang begithu besar ini,,

ingin selalu menulis kata cinta untuk bunda... tapi setiap mendengar cerita tentang bunda,, lagu tentang seorang bunda,,, film tetang anak dan bundanya atau walau hanya sekedar mendengar cerita tentang seorang ibu walaupun sekilas,,,

aku selalu ingin berlari dari tempat itu,, karena ku terpikir akan semua kata-kata yang terlontar keras dari mulut ini,, kadang emosi yang tak bisa terkontrol karena kejadian diluar rumah terbawa ke rumah,, dan bunda yang mempunyai hati selembut sutera yang hanya bisa menerima amarah itu, menerima kerasnya hardikkan dan kata-kata yang sebenarnya tak seharusnya didengar oleh seorang bunda yang benar2 menjaga hati anaknya,, dan mendengarkan anaknya,,,
walau mereka pada bunda kelihatan CUEK dan TIDAK PEDULI dengan ucapan-ucapan sumpah serapah itu,,,,tapi  hanya bunda,,, hanya bunda yang mau mendengarkan itu bukan pacar, teman, sahabat ataupun papa,,, karena bunda,, bunda adalah bnda,, mama adalah mama,, ibu adalah ibu...
bukanlah asing kita ini bagi dia,,

malah kita lebih sering merasa kalau dia yang tak asing bagi kita,,,, 

ya  Allaaaah,,, aku tak kuat untuk membuat tulisan ini,,, hatiku  yang keras ini pun tak mampu lagi untuk membendung air mata yang serasa sudah diujuang kelo[ak mata ini,,,

sudah pun jauh seorang anak dari bunda,, bunda tetap memikirkan apakah kita sekarang telah makan apa  belum,, adakah senang hatinya di sana,,,, dan sampai kebutuhan-kebutuhan kita pun,,
kita sesakkan pada bunda,, bunda dan bunda,,,

tapi coba ketika dia memberi larangan yang sebagian besar itu adalah kebaikkan buat kita,, dan itu rasa takut mereka yang amat sangat untuk melepas kita,,
kita malah marah kepadanya,, kadang sampai tak mau pula untuk bertegur sapa...

namun, ketika dimarahi oleh ayah,, ketika kita butuh suatu hal,, siapa yang kita dekati,, siapa yang kita harapkan bunda, ibu, mama,,,, iya kan...


oooOOh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatikuuuuuuuuuuuu.....

maafkan yola ya ma kalo ada slah ma mama, selalu bangkang ma mama, selalu keras ngumungnya ma mama,... padahal sebenarnya itu amarah semata yang g ditujukan ke mama,,, tapi ke hal - hal yang memang g bisa aku terima dengan akal sehatku,,,

mama adalah orng yang akan selalu ku jaga hatinya,,, karena hanya mama yang ngerti akan diriku,,

mama  IS THE BEST BEST BEST,,,
aku aja ma diriku bisa lupa sama makan,, mama aja ampe repoet2 ngantarin,,,
malunya diriku yang kadang tak bisa menahan amarahku,,,




BUNDOOOOOOOOOOOOOOOOO... AMPUUNKAN DENAAAAAAAAAAAAAAAAIII

Kamis, 26 Agustus 2010

RAMAYANA BUKITTINGGI : BULAN RAMADHAN PARKIR "DIPAKUAK", KUALITAS MAKIN BURUK

Tampaknya mencari tempat parkir yang layak di Bukittinggi makin sulit,,,
apalagi dalam bulan ramadhan ini, dimana kota Bukittinggi sebagai kota Wisata di pebuhi oleh masyarakat jauh yang mulai pulang kampung (mudik)dari rantau, juga banyak wisatawan asing dan domestik yang mencari kesejukkan di kota Bukittinggi yang dingin ini,,,

berdirinya Ramayana sebagai Mall terbesar di Bukittinggi pastilah menjadi tempat favorit perbelanjaan, ataupun sekedar berknjung dan melihat-melihat. namun, sayang sekali PELAYANAN PARKIR RAMAYANA BUKITTINGGI yang mempunyai gedung dan tempat yang begitu megah tidak di fasilitasi dengan tukang parkirnya yang baik dan ramah malah tukang pakuak (Read-melebihkan dari pada yang biasa). sedangkan dari dulu yang kita tau Ramayana memakai system komputerisasi untuk melakukan transaksi pemarkiran, beda halnya dengan RAMAYANA BUKITTINGGI yang dulu juga sempat memakai system komputerisasi dengan petugas yang ramah dan juga memakai baju seragam (bertanda resmi) sekarang malah di jaga oleh kalangan PREMAN memakai karcis biasa seperti kwitansi umum (read-ditulis dengan pena) dan harga serta jamnya mereka yang menentukan. seperti yang saya alami sendiri.

Hari Kamis kemaren sore saya pergi ke Ramayana Bukittinggi dengan adek, tempat ini juga biasa kami datangi untuk membeli perlengkapan bulanan selain di swalayan lain. setelah ambil karcis yang ditulis dengan tangan saya g cek karena udah biasa parkir disana, waktu mau pulang n  bayar, tanpa liat karcis saya bayar ajha Rp 2000,- karena biasanya juga segitu, pas mau bilang makasyi tuh uda tukang karcis tu bilang, "seribu lagi diak", ya g jadi dech saya nge gas motor saya,, n langsung nanya, "sejak kapan naiknya,, kualitasnya nurun gini" eh tu si uda berceloteh sambil liatin karcisnya ke saya "sejak wak jago lalok tadi diak" (sejak saya bangun tidur tadi dek) dan saya lihat di sana tertulis Rp 3000,-.

menurut PERDA No. 2/2004 :
TARIF parkir roda 2 = Rp 500,-
TARIF parkir roda 4 = RP 1000,-
untuk tarif PROGRESIF menurut PERDA No. 4/2004 adalah tarif jam pertama = Rp 1250,- sedangkan untuk jam selanjutnya adalah Rp 1000,-
jadi, apakah Ramayana bukanlah salah satu tempat OBJEK PARKIR yang tidak terkena Oleh PERDA walaupun bertepmat di kawasan PERDA BUKITTINGGI???

kalo memungkinkan, boleh sajalah menaikkan harga KARCIS tu,,, tapi dukung dong dengan sarana dan prasarana serta kualitas tukang parkir nya sendiri,,, ini bisa membuat malu pariwisata Bukittinggi...

coba de pihak-pihak yang berwenang lakukan pemeriksaan ubtuk hal tersebut...